Thursday, April 17, 2008

gurindam si pengemis

secerah langit yang tersenyum mesra
begitulah harapan yang terkait di hatiku
ingin ku menyanyikan puisi yang sumbang
namun sekadar bergema di sudut kalbuku

dari kejauhan, ku lihat sepasang kunang
bercanda bersama, tertawa berdua,
mesra dan hangat dan intim
namun di sini,
aku sendirian melayar sepi
bertemankan dingin malam
di tepi kaki lima kedai

atapku cuma langit hitam, pekat
tanpa dijengah sebutir pun bintang
lantaiku pula cuma tanah keras
beralas sehelai surat khabar, dan kotak

Tika rindu mengetuk pintu hati,
aku cuma mampu menangis pilu
menangis semahunya
sambil berbicara bersama kawanan tikus
yang riang menari mencari rezeki

Kulitku yang menipis dan berkedut
Menampakkan tulang - temulangku,
Sungguh, aku terlalu letih kini,
Letih mengharap simpati
Menunggu tibanya kasih
Untuk mereka menitipkan barang sekupang dua
ke dalam cawan sumbingku...

1 comment:

Anonymous said...

keluhan seorg pengemis
menarik...
tp...
mentaliti seorg pengemis sungguh menyedihkn...
still best gurindam si pengemis ni
kan best kalo tmbh sket lg ttg kehidupan si pengemis. :D