Thursday, April 17, 2008

Epilog Duka Seorang Ayah

dalam samar api pelita
beralaskan sehelai tikar mengkuang usang,
berbumbungkan atap nipah yang bertampal - tampal
dan ditemani kucing yang cukup setia dengan tuannya
seorang lelaki tua yang uzur
duduk bertekur merenung dinding kayu rumahnya
yang berlubang - lubang
dan sesekali dihiasi cicak - cicak yang riang menari
dahinya yang berkedut seribu
rambutnya yang memutih, jarang dan berkutu
sambil tangannya menggaru - garu kepala
dan kutu - kutu pun berterabur di atas tikar
si kucing yang setia, duduk di tepinya
lelaki tua tadi tiba - tiba terlena
lena yang sangat panjang
kucing yang setia merasa amat sedih
dan mengiau meratap pemergian tuannya
di tangannya yang penuh luka dan kudis
terlepas sekeping gambar
gambar anak - anak tercinta
yang dibesarkan dengan penuh kasih
yang dibentuk dengan penuh citra
namun, segala madu yang dicurahkan
ternyata dibalas dengan racun yang cukup berbisa
dan tiada penawarnya.....

No comments: